My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

70 Persen Pantai Indonesia Berpotensi Dikembangkannya OTEC

05 Mei
16:09 2011
70 Persen Pantai Indonesia Berpotensi Dikembangkannya OTEC

OTEC

Kuta – 70 persen dari garis pantai di Tanah Air berpotensi dikembangkannya teknologi pengolahan perbedaan suhu laut menjadi energi listrik atau “OTEC”.

“Hampir di sepanjang pantai di Tanah Air dapat dikembangkan teknologi OTEC,” kata Donny Achiruddin, pakar energi kelautan Indonesia, di sela acara International Congress on Ocean Energy and Deep Ocean Water Application (DOWA) di Kuta, Bali, Kamis (5/5).

Donny Achiruddin mengatakan, namun ada juga yang tidak bisa dikembangkan, yakni di sekitar Laut Jawa, Selat Malaka, dan kawasan pantai Pontianak.

“Dari 70 persen garis pantai itu dengan pemanfaatan teknologi OTEC, berpotensi menghasilkan 222 giga watt,” ujarnya.

Melihat potensi yang besar itu, membuat pihak Jepang tertarik untuk membangun pembangkit listrik menggunakan Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC).

Hal itu, karena di negara Matahari Terbit tersebut, kawasan pantainya hanya sedikit yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan pembangkit listrik OTEC ini.

Ketua Tim Studi Kelayakan OTEC di Indonesia itu menjelaskan, banyak keuntungan memanfaatkan OTEC, salah satunya adalah lithium.

Lithium itu berasal dari air buangan hasil pengolahan air laut. Lithium itu merupakan bahan dasar baterai mobil di Jepang.

Beberapa tahun lagi, di negera itu kendaraan roda empat tidak lagi menggunakan bahan bakar namun memakai baterai dari bahan dasar lithium.

Jika OTEC dimanfaatkan secara maksimal maka dapat menjadikan Indonesia sebagai pemasok lithium terbesar ke Jepang.

Sementara Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Unggul Priyanto, mengatakan, OTEC bukan prioritas pemerintah dalam pemanfaatan energi diperbarui.

“Pemanfaatan panas bumi merupakan prioritas pertama pengembangan energi baru di Indonesia untuk saat ini, karena potensinya besar,” katanya.

Dia menjelaskan, potensi panas bumi di Tanah Air kami perkirakan mencapai 26.000 mega watt namun baru 1.200 mega watt yang dimanfaatkan dengan baik, sehingga masih banyak kandungan panas bumi yang belum terolah dengan baik.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *