My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

55 Persen Terumbu Karang di Wilayah Indonesia Timur Rusak

18 Desember
16:11 2008
55 Persen Terumbu Karang di Wilayah Indonesia Timur Rusak

Gentry Amalo – indosmarin.com

Sanur – Sedikitnya 55 persen terumbu karang di kawasan Indonesia Timur dalam beberapa tahun terakhir mengalami kerusakan akibat penggunaan bom ikan dan racun ikan atau potas yang berlebihan. Untuk mengatasinya, perlu segera dibangun jejaring Kawasan Konservasi Laut (KKL) yang akan memiliki banyak fungsi bagi kehidupan yang berkelanjutan.

Kebutuhan atas pentingnya keberadaan KKL ini disampaikan Joane Wilson, kepala peneliti The Nature Conservacy (TNC) dalam Lokakarya Pengembangan Jejaring Kawasan Konservasi Laut Ekoregion Sunda Kecil yang berlangsung di Sanur, Kamis (18/12).

Joane juga menjelaskan bahwa KKL memiliki sedikitnya tiga fungsi, yakni: sebagai sistem pendukung bagi areal perikanan tangkap yang berkelanjutan. Sebagai daerah perlindungan keanekaragaman hayati laut, dan sebagai areal pengembangan wisata bahari.

Selain itu KKL juga berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi jalur migrasi mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba, yang terdapat di Laut Sawu – Nusa Tenggara Timur.

Menurut Joane, sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati laut terbaik di dunia, Indonesia wajib menjaga keanekaragaman hayatinya dengan membentuk KKL Sunda Kecil. Untuk diketahui,  saat ini pemerintah dan LSM tengah berupaya membangun jejaring Marine Protected Area (MPA) atau Kawasan Konservasi Laut (KKL) di kawasan pesisir Sunda Kecil atau Lesser Sunda yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS