My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

50 Persen Kawasan Mangrove Taman Nasional Gunung Palung Rusak

 Breaking News
29 April
12:20 2015
50 Persen Kawasan Mangrove Taman Nasional Gunung Palung Rusak

Pontianak – Pengelola Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Kalimantan Barat memperkirakan 50 persen kawasan mangrove di taman nasional itu mengalami kerusakan sehingga mengancam ekosistem, mempercepat abrasi dan mempengaruhi mata pencaharian nelayan setempat.

Kepala Bidang Perencanaan TNGP Ibrahim Sumardi menuturkan saat dihubungi di Pontianak, Rabu, di Taman Nasional Gunung Palung terdapat 7 tipe ekosistem. Salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove. Walau luasannya di TNGP terbilang sangat kecil, namun hutan mangrove memiliki fungsi yang cukup besar sebagai salah satu ekosistem tersebut.

Ia melanjutkan, bagi masyarakat nelayan di Kayong Utara keberadaan mangrove menjadi isu yang penting untuk keberlangsungan matapencaharian mereka. “Hutan mangrove memberikan perlindungan kepada berbagai organisme baik hewan darat maupun air untuk bermukim dan berkembang biak,” ujar dia.

Hutan mangrove dipenuhi pula oleh kehidupan lain seperti mamalia, amfibi, reptil, burung, kepiting, ikan, primata serangga dan sebagainya.

Selain menyediakan keanekaragaman hayati, ekosistem mangrove juga sebagai plasma nutfah dan menunjang keseluruhan sistem kehidupan di sekitarnya.

Sedangkan habitat mangrove merupakan tempat mencari makan, bertelur, mengasuh dan membesarkan bahkan juga sebagai tempat berlindung bagi ikan-ikan kecil termasuk kerang dari predator.

“Selain berfungsi menahan abrasi, menahan terpaan angin dari laut hutan mangrove juga sebagai tempat berkembangbiaknya satwa yang ditangkap oleh para nelayan, jika mangrove-nya rusak sama saja merusak mata pencaharian nelayan,” kata Ibrahim.

Di Desa Sejahtera dan Desa Simpang Tiga Kecamatan Sukadana misalnya, terdapat kawasan pantai yang jaraknya 100 meter lebih dari bibir pantai. Padahal dahulu, merupakan kawasan hutan mangrove dan kini sudah rusak sehingga perlu dikembalikan fungsinya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS