My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

38 Nelayan Langkat Ditahan Polisi

24 Januari
16:15 2013

Langkat– Sebanyak 38 nelayan tradisional Langkat, Sumatera Utara akhirnya ditahan Kepolisian Resor (Polres) Langkat. Puluhan nelayan ini ditahan terkait kasus pembakaran dua buah kapal pukat gerandong dan penyerangan Mapolres Langkat pada Senin dan Selasa lalu.“Kita sudah menahan 38 tersangka pelaku anarkis,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Langkat,Komisaris Polisi Sofwan Khayat di Stabat, Kamis (24/1).

Menurut Sofwan Khayat, penahanan ini dilakukan setelah ada bukti bukti kuat keterlibatan mereka dalam aksi anarkis tersebut.

Sebelumnya pada Senin (21/1) di sekitar perairan Kuala Serapuh, dua kapal pukat gerandong milik salah seorang pengusaha dibakar oleh para nelayan. Terkait kasus ini polisi menangkap dan memeriksa sedikitnya 23 nelayan, namun polisi hanya menetapkan 22 tersangka sementara yang seorang lagi dipulangkan karena tidak memiliki bukti kuat terlibat dalam peristiwa pembakaran tersebut.

Buntut penahanan tersebut, pada Selasa (22/1) sekitar 50 nelayan mendatangi Mapolres Langkat untuk meminta polisi membebaskan rekan rekan mereka. Aksi yang semula damai berubah menjadi beringas dan menyebabkan bentrokan antara petugas kepolisian dan nelayan.

Dari 50 nelayan yang diperiksa hanya 16 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan yang 34 orang lagi sudah dipulangkan kepada keluarganya, ujar Sofwan.

Sofwan juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian juga sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak termasuk dengan tokoh agama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Langkat dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Pada prinispnya kita tidak menginginkan adanya tindakan anarkhis lagi,” katanya.(Ant*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS