My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

30 Persen Hutan Nusakambangan Rusak

19 April
12:29 2011
30 Persen Hutan Nusakambangan Rusak

Dirjen Pemasyarakatan

Cilacap – Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Untung Sugiyono, Selasa (19/4) menyatakan, sekitar 30 persen hutan di Pulau Nusakambangan mengalami kerusakan.

Hal ini disampaikan Untung Sugiyono kepada wartawan usai Apel Siaga Operasi Gabungan “Wana Nusa” dalam rangka konservasi Pulau Nusakambangan.

“Bisa lihat di balik bukit ini dan di ujung sebelah sana (barat, red.), mungkin sekitar 30 persen bukan hutan lagi, sudah dataran kapur,” katanya di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Bahkan di wilayah barat Nusakambangan sudah menjadi pemukiman penduduk, yakni Kecamatan Kampunglaut. Selain itu pohon-pohon yang seharusnya dilestarikan sudah jarang ditemukan.

Menurut Untung Sugiyono, kerusakan hutan Nusakambangan tidak menutup kemungkinan melibatkan para pemangku kebijakan di pulau ini.

“Semua yang berkepentingan di pulau ini tidak menutup kemungkinan (terlibat dalam perusakan), itu legal. Misalnya, dari pegawai saya, jajaran Pemasyarakatan bisa, termasuk Holcim sendiri resmi, ada kewajiban rehabilitasi,” katanya.

Akan tetapi, rehabiltasinya sejauh mana dan harus dievaluasi.

“Jadi memang ada orang luar, tetapi tidak menutup kemungkinan ada stakeholder yang punya kewenangan, sadar atau tidak sadar ikut merusak lingkungan. Jadi masyarakat luar iya, tetapi kita sendiri harus betul dulu, maksud saya kira-kira begitu,” katanya.

Atas dasar itu, menurut Untung Sugiyono, Kemenkumham bersama para pemangku kebijakan di Pulau Nusakambangan siap menggelar operasi gabungan “Wana Nusa” dalam rangka konservasi Pulau Nusakambangan.

Kegiatan ini ditandai dengan Apel Siaga Operasi Bersama/Gabungan “Wana Nusa” di Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, yang melibatkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan, Kepolisian Resor Cilacap, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, dan PT HolCim Indonesia Pabrik Cilacap serta didukung Yayasan Bina Sejahtera, Flora Fauna Internasional, dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman penyelenggaraan operasi gabungan, antara Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng, Pemerintah Kabupaten Cilacap, Polres Cilacap, dan BKSDA Jateng.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS