Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Archive for Maret 2009


 Powered by Max Banner Ads 

Surabaya – Sebanyak 196 kadet Akademi TNI AL (AAL) disertai satu Taruna Akademi Militer (Akmil) dan satu Karbol Akademi TNI AU (AAU) akan mengikuti latihan pelayaran ke Brunei Darussalam dan Malaysia. Kabagpen AAL, Mayor Laut (KH) Drs Jamaluddin di Surabaya, Senin (30/3) menjelaskan, kadet tingkat tiga itu akan melakukan praktek dan latihan pelayaran bersandi “Jala Yudha” menggunakan KRI Ki Hajar Dewantara-364 dan KRI Teluk Ende-517.

Manokwari – Penarikan retribusi masuk ke kawasan wisata pantai Pasir Putih, Manokwari Timur dipertanyakan para pengunjung. Sebab meski sudah dua tahun penarikan retribusi ini diberlakukan, namun tidak ada perubahan mendasar terkait pelayanan kepada para pengunjung.

Pandeglang – Juru kampanye (Jurkam) nasional Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril I. Mahendra berjanji pihaknya akan memberdayakan petani dan nelayan, karena selama ini perhatian pemerintah dinilai belum serius untuk meningkatkan kesejahteraan.

Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) menilai potensi pendapatan dari sektor pelayaran nasional saat ini masih belum optimal karena sebagian besar pendapatan tersebut masih dinikmati perusahaan pelayaran asing yang menguasai pengangkutan minyak bumi dan gas, batubara serta “offshore”.
“Padahal dari sektor ini bisa diperoleh pendapatan hingga Rp. 147 triliun pertahun,” ujar Wakil Ketua Iluni Fakultas Teknik UI Agus Muldya dalam diskusi terbatas praseminar “Indonesian Cabotage Forum 2009″ di Sekretariat Ilunit FTUI Salemba, Jakarta, Jumat (27/3).

Pontianak – Departemen Kelautan dan Perikanan hingga Maret 2009 telah memberi nama terhadap 13.366 pulau yang tersebar di seluruh Indonesia. “Target kami, tahun ini penamaan dan verifikasi pulau-pulau di Indonesia, tuntas,” kata Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Ditjen Pesisir Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Alex SW Retraubun saat Sosialisasi Hukum Maritim “Konsekuensi Geopolitik Indonesia sebagai Negara Kepulauan” di Pontianak, Senin (23/1).

Kupang – Dalam kurum waktu 48 tahun terakhir sejak 1959 hingga 2007, nelayan Lamalera di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menangkap sekitar 838 ikan paus dengan cara tradisional. “Dari jumlah tersebut, rata-rata tiap tahun nelayan Lamalera menangkap 20 ekor paus pada saat musim berburu antara bulan April sampai Juni,” kata peneliti mamalia laut dari APEX Environmental Program Cetacean Laut Asia-Pasific, Dr Benjamin Kahn dalam sebuah diskusi terbatas di Kupang, Senin (23/3).

Jakarta – Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) kembali menangkap satu kapal ikan Vietnam dan dua kapal ikan Thailand yang diduga melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia di Laut Cina Selatan.

Seperti yang diberitakan ANTARA, Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) DKP, Aji Sularso, di Jakarta, Senin (23/3), mengatakan, ketiga kapal berbendera asing tersebut ditangkap dengan dugaan melakukan tindak pidana perikanan karena tidak sesuai dengan Pasal 5 ayat 1 Huruf b, Pasal 26 jo Pasal 29, Pasal 27 Ayat (2) Jo 93 Ayat 2, Pasal 104 dan 105 UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.


 Powered by Max Banner Ads