My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

BajoE Sang Pengembara Laut (1)

30 Juni
15:46 2008
BajoE Sang Pengembara Laut (1)

suku BajoEHari Suroto-Indosmarin.com

Bone – Senja telah turun di Teluk Bone. Cahaya jingga terserak sepanjang langit. Laut pasang, anak-anak ramai berlompatan ke air, televisi menyala, dan suara mesin perahu menderu-deru. Kampung Bajoe telah hidup kembali. Beberapa kapal membongkar muatan hasil laut, lantas diangkut ke rumah-rumah dengan perahu kecil. Perahu-perahu besar siap berangkat ke laut. Untuk kembali lagi dua hari kemudian, atau mungkin lebih lama, sampai seminggu. “Kami sanggup hidup berminggu-minggu di laut, hanya berbekal beras dan garam,” ujar Syukri, seorang Bajo yang hidup sebagai pemanah ikan.

Memang, orang-orang Bajo tak bisa dipisahkan dari laut. Kampung mereka pun, di lepas pantai, praktis berada di atas air. Seorang anak Bajo, mulai umur lima tahun, sudah dilepas untuk bermain-main di laut sekitar kampung. Lebih besar, langsung diajak orangtuanya mencari ikan di laut lepas. Setelah dewasa seperti Syukri, seorang pemuda Bajo akan mampu pula menyelam puluhan meter ke bawah laut, selama belasan menit. Saat muncul di permukaan air, harpoon buatannya dipastikan telah memangsa beberapa ekor ikan. Penyelaman mereka itu berlangsung tanpa bantuan tabung gas.

“Bukan orang Bajo lagi kalau sudah hidup di darat,” kata Ramelang, seorang tua di kampung itu. Namun, perubahan zaman sedang menggiring mereka ke darat. Pembangunan tanggul sepanjang 800 meter misalnya, yang menyebabkan air surut sepanjang pagi dan siang hari, ternyata disengaja, supaya petugas-petugas administrasi bisa mencapai kampung itu lewat jalan darat. Akibatnya, tanpa air laut di bawah rumah mereka, banyak hal dalam kehidupan orang Bajo, yang sudah berjalan berabad-abad berubah. Perahu terpaksa ditambatkan di luar tanggul, mesin perahu mudah hilang, karena dicuri, atau diterpa ombak musim timur yang ganas(*)

Tags
Share

5 Komentar

  1. Alpha
    Alpha Juli 03, 09:23

    Artikelnya bagus.. sebuah artikel yang mengangkat sejarah kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang terkenal dengan pelaut ulungnya

  2. uwi
    uwi Juli 05, 02:38

    Bagus dan menarik, klo boleh saya tambahkan suku Bajau terdapat hampir di semua daerah pasisir Kalimantan dan Sulawesi bahkan daratan Malaysia. merekalah yang bisa kita katakan ‘nenek moyang ku seorang pelaut’.
    Menurut cerita dari orang2 tua suku bajau mereka berasal dari daratan Filipina yang melaut meninggalkan daratan mereka ketika masih jaman perang dulu. Bahasa mereka Bahasa Bajau yang hampir mirip dengan Bahasa Solok salah satu bahasa daerah di Filipina.

  3. sabilulrazak
    sabilulrazak Mei 24, 01:50

    salut, semangat untuk selalu melestarikan nilai nilai budaya, sejarah, adalah amanah kita semua untuk diwariskan kepada genarasi kini dan yang akan datang, sekedar info Insya Allah kami dari Ejayya Art Culture akan mementaskan ritual laut Suku Bajo, mohon doa restunya

  4. ferdy
    ferdy November 17, 01:42

    kami anak2 dari suku bajoe mendukungmu..
    goodluck..

  5. sadar bajau tulen
    sadar bajau tulen Maret 13, 23:00

    Dear,….all of article about bajjau community is very interesting,so I would like to give advise when writing story about those community must be taken a sample from other country, as based knowledge to give some information and character about them .

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS