My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

150 Ekor Anak Penyu Dilepas

27 Mei
06:39 2009
150 Ekor Anak Penyu Dilepas

tukik1Bengkulu – Sebanyak 150 ekor tukik atau anak penyu dilepaskan oleh kelompok pelestarian penyu Desa Retak Ilir, Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, yang merupakan binaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu.

“Sebanyak 150 ekor tukik yang dikepas itu, terdiri dari campuran penyu sisik dan penyu hijau,” kata Kasubdin Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, DKP Provinsi Bengkulu, Rinaldi, Selasa (27/5).

Program ini, merupakan kerjasama DKP provinsi dengan Pemkab Bengkulu Utara dan pelepasan di Pantai Retak Ilir yang dilakukan kemarin (25/5), dihadiri Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus.

Selain melepaskan 150 ekor tukik, saat ini kelompok Penyu Lestari yang beranggotakan 21 orang nelayan dan petani setempat juga saat ini menangkar 500 ekor tukik berumur satu bulan dan delapan sangkar telur yang belum menetas.

Penangkaran anak penyu mulai dilakukan masyarakat setempat sejak tahun 2007 dan pada tahun 2008 dilepaskan sebanyak 300 ekor tukik.

“Untuk mendukung program ini, Bupati Mukomuko sudah mengeluarkan SK no. 450 tahun 2008 tentang Penetapan Desa Air Rami, Desa Retak Ilir dan Desa Air Hitam Sebagai Kawasan Pelestarian Penyu,” jelasnya.

Pantai Retak Ilir dan pantai di dua desa lainnya tersebut merupakan kawasan persinggahan penyu untuk bertelur dan sebagian kawasan merupakan daerah Cagar Alam Air Hitam dibawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Kawasan pantai ini rutin didatangi beberapa jenis penyu untuk bertelur, antara lain jenis penyu hijau, sisik, lekang dan penyu sisik.

Penangkaran yang dilakukan saat ini guna melindungi telur-telur penyu dari aksi pencurian warga dan dimangsa oleh biawak dan babi hutan.

Praktik pencurian telur penyu kata dia masih tergolong tinggi karena satu butir telur dihargai Rp1.800 sementara di warung makan dijual Rp3.000 per butir, katanya.

“Kita sangat menghargai kinerja kelompok ini dengan keterbatasan dana untuk memelihara tukik hingga berumur tiga bulan sampai bisa dilepaskan ke laut lepas, dan biayanya tidak murah karena makanannya udang yang harganya lumayan mahal,” katanya.(Ant)

2 Komentar

  1. Rachmat
    Rachmat Juni 04, 14:05

    Pantai Retak Ilir dan pantai di dua desa lainnya tersebut merupakan kawasan persinggahan penyu untuk bertelur dan sebagian kawasan merupakan daerah Cagar Alam dibawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)akan tetapi, mohon dengan sangat pemerintah daerah Khususnya desa Retak ilir minta akses jalan diperhatikan ajaklah warga sekitar untuk bergotong royong, jangan diskriminatif terhadap pendatang saja Alias Tran saja. Turunkan dari pihak TNI untuk bisa membantu, karena daerah tersebut masih adanya sistem kaum atau golongan kadang tran sediri tidak diperhatikan kalau ada bantuan baru sibuk khususnya keluarga pemerintahan yang diutamakan

  2. prasetyo janjang
    prasetyo janjang Oktober 06, 11:05

    Baru-baru ini Honda bengkulu menyumbangkan sebuah website yang beralamatkan http://www.bengkuluseaturtle.org untuk kita penyu lestari. terima kasih Honda Bengkulu.

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *