My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

12 Veteran Jepang Napak Tilas Perang Pasifik di Papua

29 September
00:00 2008
12 Veteran Jepang Napak Tilas Perang Pasifik di Papua

Hari Suroto – indosmarin.com

Jayapura – Sebanyak 12 veteran Jepang melakukan kunjungan perjalanan napak tilas Perang Pasifik di Makassar, Manokwari, Biak dan Jayapura. Tim Napak Tilas Perang Pasifik asal Jepang ini dijadwalkan tiba di Manokwari.

Mereka dijadwalkan mengunjungi tempat-tempat sejarah peninggalan Perang Pasifik. Manokwari dipilih sebagai kota pertama yang dikunjungi tim dari Jepang ini. Tiba, Kamis (25/9) mereka langsung menuju objek-objek bersejarah peninggalan Perang Pasifik.

Di Manokwari para veteran Perang Dunia II ini mengunjungi beberapa objek peninggalan Perang Pasifik, paling besar di kawasan Gunung Meja. Di tempat ini terdapat lokasi pemakaman para tentara Jepang. Di Manokwari para veteran berusai lanjut ini dijadwalkan menginap selama 2 hari. Setelah itu, pada 27 September berangkat ke Makassar dengan maksud yang sama, untuk kemudian kembali ke Papua mengunjungi Biak dan Jayapura.

Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta telah menyampaikan pemberitahuan rencana kedatangan Tim Napak Tilas Perang Pasifik ini ke Gubernur Papua Barat. Kunjungan untuk mengenang peran tentara Jepang dalam Perang Pasifik akan berlangsung 24-30 September 2008.

Kepala Bagian Humas Sekretaris daerah Provinsi Papua Barat, Max Simatauw SH membenarkan rencana kunjungan para pejabat dan mantan tentara Jepang tersebut. Sesuai surat pemberitahuan dari Kedutaan Besar Jepang, tujuan kunjungan napak tilas ini untuk mengenang dan mendoakan tentara Jepang yang gugur dalam medan perang. Termasuk didalam tim adalah Menteri Kesehatan Kerja, Mr. Ken Isobe. Sedangkan anggota tim Napak Tilas Perang Pasifik diantaranya, Mutsuku Omukai, Fusamune Okazaki dan Sumiko Adachi(*)

sumber foto: www.suaramuslim.net

Tags
Share

1 Komentar

  1. Indra Ganie
    Indra Ganie Februari 23, 16:15

    Saya menilai tulisan, penelitian, monumen atau apapun yang dapat mengingat perioda pendudukan Jepang masih relatif sedikit dibanding hal yang sama dengan penjajahan Barat. Untuk waktu ke depan, tidak hanya perihal penjajahan Barat (termasuk segala kejahatannya) yang disimak lebih jauh, namun juga perihal pendudukan Jepang (1942-5). Walau “hanya” sekitar 3,5 tahun, pendudukan Jepang berdampak luar biasa. Dari segi jumlah warga yang tewas terdapat angka yang begitu fantastis – sekitar 4 juta, akibat kekejaman dan kelalaian pemerintah pendudukan. Jangan sampai rakyat Indonesia hanya mengenal dan terpukau dengan Jepang sebagai penghasil barang murah, film kartun dan games!

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS