My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

100 Anakan Kima Telah Ditempatkan di Terumbu Buatan

 Breaking News
17 Agustus
12:47 2015
100 Anakan Kima Telah Ditempatkan di Terumbu Buatan

Nusa Dua – Sebagai langkah awal pengembangan Kima Garden, telah ditempatkan 20 terumbu buatan atau artificial reef berbentuk hexadome dan transplantasi karang di lokasi Kima Garden yang telah ditentukan di Pantai Mengiat Nusa Dua pada kedalaman 3-5 meter. Ini adalah kedalaman yang cukup baik untuk snorkeling. Terumbu buatan ini merupakan bantuan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung APBD Tahun 2015.

Penempatan di bawah laut telah dilakukan pada tanggal 11 Juli 2015, dilanjutkan dengan transplantasi karang 22 Juli 2015. Seluruh anggota Pokmaswas Yasa Segara Bengiat sebanyak 33 orang terlibat secara gotong-royong sebagai tim penempatan terumbu buatan ke tengah laut.

Perahu katamaran hadiah juara 1 Pokmaswas Tingkat Nasional 2014 yang diraih Pokmaswas Yasa Segara Bengiat telah diubah menjadi rakit pembawa terumbu buatan ke tengah laut. Sebanyak 120 fragment karang dari family Pocciloporidae, Acroporidae dan Poritidae telah ditransplantasi ke terumbu buatan. Bibit karang diambil dari lokasi budidaya karang di Pantai Pandawa Desa Kutuh yang dikelola Kelompok Budidaya Terumbu Karang Pesona Bahari.

“Banyak pihak yang terlibat, seperti  tim penyelam yang terdiri dari NDRF, BPSPL Denpasar, sukarelawan Coral Triangle Center (CTC), WWF-Indonesia, dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana” papar Pariama.

Pariama berharap terumbu buatan yang ditempatkan akan menjadi habitat baru kima dan dapat berkembang menyerupai habitat asli kima, yaitu terumbu karang. Selain ditempatkan pada substrat terumbu buatan, kima juga akan ditempatkan pada terumbu karang alami di perairan dangkal Nusa Dua.

Sebagai langkah awal, 100 anakan kima telah ditempatkan di terumbu buatan. Tahap selanjutnya ditargetkan setiap tahun sekitar 1000 anakan kima akan ditempatkan di lokasi Kima Garden. Kima Garden direncanakan akan diluncurkan (launching) pada tanggal 28 Agustus 2015, bersamaan dengan event 4th CTI-CFF Regional Business Forum yang akan diselenggarakan di BNDCC, Nusa Dua – Bali,  27-29 Agustus 2015.

Populasi kima di seluruh dunia telah mengalami penurunan drastis akibat perdagangan, baik untuk tujuan konsumsi, aquarium hias, cinderamata maupun pembuatan tegel atau batu hias. Pada tahun 1983, Convention International Trade Endangered Species (CITES) memasukkan kima dalam kategori Appendix II. Hal ini berarti bahwa Kima masuk dalam kelompok spesies yang diduga terancam punah akibat perdagangan yang tidak terkendali. Sementara IUCN Red List (1996) menempatkan kima dalam status Vulnerable (rentan).

Indonesia yang memiliki 7 spesies kima dari 10 jenis yang ada di dunia, juga telah menempatkan kima sebagai satwa langka yang dilindungi melalui Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan SK MenteriKehutanan No. 12/KPTS-II/1987 tentang pelarangan pengambilan kima di laut. Peraturan ini diperkuat lagi dengan keluarnya UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan Peraturan  Pemerintah No. 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.(Rendya Raditya)

 

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *