My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

DKP Kembangkan Budi Daya Ikan Hias di Sekitar Rumah Ibadah

19 April
12:00 2008

Jakarta, Departemen Kelautan dan Perikanan mengembangkan unit percontohan usaha budi daya ikan hias, di sekitar rumah ibadah, seperti di lingkungan mesjid, gereja, dan pura. Hal disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi saat meresmikan Unit Percontohan Usaha Budi Daya dan Ekspor Perdana Ikan Hias di Jakarta.

Menurut Freddy Numberi sasaran yang ingin dicapai dari program budi daya ikan hias ini adalah membuka peluang usaha dan kesempatan kerja. Jika ini dilakukan dengan baik maka program ini merupakan upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran di wilayah perkotaan. Adalah Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Departemen Kelautan dan Perikanan yang bertugas menangani program ini. Ditjen Perikanan Budi Daya DKP ini ditunjuk untuk memperkuat kelembagaan masyarakat perikanan budi daya melalui penguatan kapasitas usaha dan meningkatkan jiwa wirausaha. Dengan demikian setiap pelaku bisnis budi daya ikan hias ini mampu membangun kemitraan guna memperkuat daya saing produk perikanan budi daya secara berkesinambungan.

Selanjutnya, Freddy Numberi menambahkan bahwa pembangunan perikanan ke depan harus mampu mendayagunakan besarnya potensi sumber daya guna mendorong dan menghidupkan kegiatan produksi berbasis ekonomi rakyat.

Adapun Pemilihan lokasi di sekitar lokasi tempat ibadah umat beragama, berdasarkan pertimbangan bahwa lingkungan ini merupakan tempat berkumpulnya masyarakat. Sehingga secara otomatis dapat menjadi ruang pamer kegiatan usaha budi daya ikan hias. Selain itu, program budi daya ikan hias ini sangat mudah dilakukan dengan teknologi yang sederhana serta tidak menggunakan lahan yang luas dan air yang banyak. Dan yang terpenting adalah untuk memulai usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar dan serta dapat dipanen dalam waktu yang singkat.

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS